Cara mengatasi stres pada ternak unggas


Ternyata bukan hanya manusia yang bisa stres, akan tetapi juga hewan unggas yang kita pelihara juga bisa terkena stres. Stres atau ketegangan dapat terjadi pada unggas. Stres itu dapat mengakibatkan:
  • pertumbuhan terhambat
  • produksi menurun
  • daya tahan tubuh menurun dan
  • mudah terserang penyakit
Ternas unggas yang mengalami stres akan menunjukan tanda-tanda:
  1. Gelisah atau tidak tenang
  2. Nafsu makan menurun
Beberapa faktor yang mempengaruhi stres pada ternak unggas adalah sebagai berikut :
  1. Bibit
    Bibit sebenarnya pengaruh yang sangat kecil terhadap stres. Kualitas induk bibit yang kurang baik biasanya akan menghasilkan keturunan yang cenderung mudah stres. Hal itu dapat dicegah dengan cara membeli doc dari perusahaan pembibitan yang dapat menjamin kualitas doc yang diproduksinya.
  2. Kandang
    Kandang yang tidak sehat (kotor dan pertukaran udara tidak baik) menyebabkan unggas tidak nyaman sehingga mengakibatkan stres. Untuk menghindarinya, sebaiknya kandang selalu dijaga kebersihannya dan diusahakan pertukaran udara di dalam kandang dapat lancar agar kandang tidak lembab.
  3. Ransum
    Ransum yang diberikan pada ternak unggas harus seuai dengan kebutuhan gizi dan jumlah unggas yang dipelihara agar tidak membuat stres. Ransum yang dibeli dari toko pakan unggas, biasanya telah disesuaikan dengan jenis dan umur unggas berdasarkan kebutuhan gizinya.
  4. Lingkungan
    Kondisi lokasi peternakan yang berubah-ubah akan membuat stres karena ternak unggas harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang tidak lama Disamping itu, kondisi lingkungan kandang yang terlalu bising juga dapat menyebabkan ternak unggas stres.
    Cuaca yangberubah-ubah secara tiba-tiba, tentu tidak dapat dicegah. Yang penting dilakukan adalah bagaimana mengurangi keadaan yang dapat menimbulkan stres.
    Contoh:
    Jika udara yang panas, ventilasi perlu ditambah dan ar minum di kontrol
    Jika udara dingin, di dalam kandang perlu ditambahi pemanas.
  5. Pengelolaan
    Faktor utama yang menyebabkan ternak stres adalah pengelolaan yang tidak benar, antara lain sebagai berikut :
    1. Memindahkan kandang ternak unggas dengan tiba-tiba. Untuk mencegah terjadinya stres, dua atau tiga hasri sebellum pindah kandang, unggas diberi air minum yang dicampuri dengan vitamin, selain itu pindah kandang sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari.
    2. Melakukan vaksinasi dengan tiba-tiba. Oleh karena itu dua atau tiga hari sebellum divaksinasi, air minum unggas dicampur dengan vitamin agar pada saat dan setelah vaksinasi tubuh dalam keadaan baik.
    3. Memberikan tambahan penerangan pada malam hari dapat mengejutkan ternak unggas. Unggas menghindari hal itu, tambahan penerangan diberikan pada saat hari belum gelap.
  6. Penyakit
    Antara penyakit dan stres terdapat hubungan timbal balik. Penyakit dapat menyebabkan stress. Sebaliknya, stres dapat menimbulkan penyakit. Jika, bibit, kandang, ransum, lingkungan, dan pengelolaan baik, unggas jarang terserang penyakit.
    Pada prinsipnya, stress pada ternak unggas dapat diatasi dengan cara sebagai berikut:
    1. Mencari penyebab terjadinya stress kemudian mengatasinya. Contoh jika penyebab stres adalah terlalu padatnya kandang, cara mengatasinya adalah jumlah unggas di dalam dikurangi.
    2. Memberikan air minum yang dicampur vitamin dengan dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan diberi garam-garam elektrolit yang dimaksudkan untuk mengatasi cairan yang dehidrasi. Biasanya unggas yang mengalami stres karena dehidrasi. Untuk mengembalikan ke keadaan semula,, unggas perlu diberi air minum yang dicampur dengan vitamin dan garam elektrolit. Campuran dan garam elektrolit dapat dibeli ditoko pakan unggas (poultry shop) yaitu toko penjual bahan pakan ternak, obat-obatan, dan peralatan peternakan. Cara dan dosis pemakaiannya ada pada pembungkusnya.
Cara Sederhana Membuat Gula Merah

Cara Sederhana Membuat Gula Merah

CARA MEMBUAT GULA MERAH 
Manfaat gula merah
Apakah anda mengenal gula merah? Di desa ataupun di kota gula merah sangat dibutuhkan. Berdasarkan bahan dasarnya, kita dapat mengenal gula kelapa, gula tebu, gula aren, gula siwalan, dan gula sagu.
Berdasarkan bentuknya, kita dapat mengenal gula mangkuk yang berbentuk mangkuk, gula taniung, gula semut, dan gula waru yang berbentuk remah dan yang berbentuk potongan bambu (silinder pendek)
Gula  bermanfaat sebagai sumber energi karena setiap 1 gram gula merah mengandung sekitar 4 kalori.
Dalam kehidupan sehari-hari gula merah sangat luas penggunaannya. Gula merah digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman, diantaranya adalah bahan tambahan dalam pembuatan roti, kue, sayur, sirup, kecap, dan kembang gula.
Gudeg sayur, sayur lodeh, kue putu, gulai, dan masih banyak lagi masakan sayuran tidak lepas dari gula merah.
Karena penggunaannya sangat luas, gula merah mempunyai nilai jual yang cukup bik. Padahal, gula merah mudah cara pembuatannya. Dengan bermodalkan alat dan ketrampilan yang sederhana, anda dapat membuat gula merah.
Syarat Terlaksananya Membuat Gula merah:
Jika ingin membuat gula merah, harus tersedia bahan dasarnya. Bahan dasar utama untuk membuat gula merah adalah air nira yang diperoleh dari tanaman pohon tebu, kelapa, aren atau enau, siwalan atau sagu.
Selain harus tersedia bahan dasar, harus tersedia pula kapur sirih, kompor atau tungku pemanas dan cetakan gula merah. Alat dan bahan tersebut mudah didapatkan di pedesaan.
Alat dan bahan untuk membuat gula merah:
Bahan:
Bahan dasar untuk pembuata gula merah adalah nira. Nira dapat diperoleh dari tangaki bunga kelapa, aren, siwalan, da dari batang tebu.
Bahan tmbahan lain yang diperlukan adalah kapur sirih, kain saring, DSP dan TSP khusus untuk penjernihan nira tebu dan (kalau ada) kertas pH.
Alat:
Alat yag diperlukan terdiri dari dua kelompok besar, yaitu alat untuk menghasilkan nira dan alat untuk mengolah nira menjadi gula merah.

  1. Alat untuk menghasilkan nira:
    1. Sabit besar (parah)
    2. Bumbung bambu atau kaleng bekas cat, atau sejenisnya
    3. Palu kayu atau martil (khusus untuk penyadapan nira aren)
    4. Sendok teh
    5. Sendok makan
    6. Ember (untuk menampung air tebu)
    7. Gilingan tebu (khusus untuk menghasilkan nira tebu)
  2. Alat yang diperlukan untuk mengolah nira menjadi gula merah:
    1. Saringan
    2. Kompor atau tungku pemanas
    3. Panci atau wajan
    4. Panci pemisahan
    5. pengaduk
    6. Cetakan gula merah
    7. Alat pemutar (khusus untuk pembuatan gula semut), dan kapur sirih
    8. (Kalau ada) termometer

Cara Pembuatan Gula Merah:
Prinsip utama pembuatan gula merah adalah sebagai berikut

  1. Pengambilan Nira
    Nira diambil dengan cara menyadap tangkai bunga pohon aren, kelapa, siwalan atau sagu. Selain itu, nira tebu diambil dengan cara menggiling batag tebu.
  2. Pembersihan Nira dengan saringan dan bahan kimia
  3. Pengentalan nira dengan cara perebusan.
  4. Pencetakan atau peremahan bergantung pada jenis gulanya.

A.Pembuatan Gula Merah dari Nira Kelapa atau Aren

  1. Pengambilan Nira
    Apakah Nira kelapa atau nira aren itu? Nira kelapa atau nira aren adalah cairan yang mengandung gula sangat tinggi yang diperoleh dari penyadapan tangkai bunga tanaman kelapa atau aren.
    Agar nira tidak rusak, harus digunakan wadah dan alat yang bersih dan kering sebagai penampungnya. Wadah dan alat harus dicuci dengan air bersih dan dibilas dengan air mendidih, kemudian dikeringkan. Janganlah memegang bagian dalam wadah.
    Untuk stiap 5 liter nira keiapa dan aren,perlu ditambahkan kapur 0,5 gr 1/2 sendok teh kapur dimasukan ke dalam bumbung,kemudian ditambahkan 3-4 sendok mkan air masak.
    1. pengambilan nira aren atau enau
      Nira aren atau enau diperoleh dengan cara seperti berikut.
      Awalnya ijuk dan daun pelepah dibersihkan dari tangkai bunga. Kemudian, tangkai bunga yang mulai terbuka dipukuli dengan martil atau palu kayu sampai memar, tetapi kulitnya tidak sampai rusak. Selanjutnya, dasar bunga dipotong sehingga bersisa kurang lebih 2-5 cm dan nira yang keluar ditampung dengan bumbung bambu yang diikatkan pada tangkai bunga bekas potongan itu.
      Penyadapan dilakukan pada pagi hari da nira yang terkumpul diambil pada sore hari atau sebaliknya.
    2. Nira kelapa
      Nira kelapa diperoleh dengan cara seperti berikut:
      Selubung mayang yang berumur satu bulan dibuka dan dipotong, kemudian setelah 2-3 hari bunga dirontokan dan tangkai mayang dilengkungkan dan diikat.
      Selanjutnya, setelah 5-7 hari tangkai mayang diiris setebal 1-2 mm dan nira yang keluar ditampung dengan bumbung bambu yang sudah dibersihkan. Seperti pengambilan nira aren, penyadapan dapat dilakukan pada pagi hari dan diambil pada sore hari atau sebaliknya.
      Ketika nira ditampung, usahaka bumbung bambu selalu tertutup supaya lebah, semut, air hujan, atau kotoran tidak masuk.
  2. Pembersihan Nira
    Nira yang diperoleh harus secepat mungkin dimasak. Awas, nira jangan dibiarkan pada tempat terbuka.
    Setelah diperoleh, nira disaring, kemudian dimasak sampai hangat (60 derajat Celcius). Saat pemasakan, ditambahkan air kapur sekitar 6,5 pH selama 5-10 menit.
    Kemudian, nira yang dimasak sampai 60 derajat selsius diangkat dan dibiarkan selama 10-25 menit agar kotoran mengendap. Busa yang berbentuk selama pengendapan dibuang dengan saringan bambu atau kawat yang halus.
    Untuk menghilangkan kotoran, nira yang jernih (bagian atas) dituang ke dalam panci dan nira yang keruh (bagian bawah) disaring dengan kain.
  3. Perebusan
    Nira yang sudah bersih direbus kembali sambil dilakukan pengadukan kuat-kuat. Apabila  nira sudah agak kental, api dikecilkan. Perebusan diakhiri apablila nira sudah cukup masak. Jika ditetaskan pada tempat yang dingin, nira akan cepat kering dan mengeras.
  4. Pencetakan
    Nira kental yang masih panas dituangkan ke dalam cetakan gelang bambu dengan alas anyaman bambu, kemudian didinginkan. Gelang bambu berukuran tinggi 2-3 cm dan diameter atau garis tengah 7-10 cm.
    Apabila gula sudah keras, gelang bambu yang berisi gula diangkat sambil gulanya ditekan sehingga lepas.
    Untuk pembuatan gula mangkuk, digunakan cetakan dari tempurung yang berbentuk mangkuk dengan lubang dibagian bawah.
    Nira dimasak sampai suhu sekitar 110 derajat selsius sehingga kental, kemudian dituang ke dalam panci dan diaduk sampai mengembang. Selanjutnya nira dituang ke dalam cetakan tempurung kelapa basah dan didinginkan supaya mengeras. Setelah keras, cetakan dibalik dan ditekan pada bagian yang berlubang sehingga gura merah melepas.
    Untuk pembuatan gula tanjung atau gula semut, nira dimsask sampai suhu 120 derajat selsius. Pemasakan diakhiri apabila tetesan nira pada air dingin berbentuk  benang yang tidak terputus. Nira yang sudah masak dimasukan ke dalam tempat yang berbentuk silinder dari kayu atau drum  bekas. Tempat tersebut dilengkapi dengan poros putaran berupa garu (sisir) dari logam atau kayu. Poros putaran tersebut diputar dengan tenaga manusia. Pemutaran harus dilakukan dengan cepat ketika dalam keadaan nira masih panas. Setelah gula menjadi remah (berbentuk bongkah-bongkah) pemutaran diperlambat.
Sumber: Berbagai Info

KUNCI SUKSES PETERNAKAN UNGGAS

Kunci sukses peternakan unggas - Peternak unggas adalah seorang pengusaha yang memadukan sejumlah input (masukan). Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk beternak ialah biaya untuk membeli ternak, makanan ternak, kandang, obat-obatan, dan peralatan peternakan. Ternak dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi, seperti telur dan daging. Hal itu menguntungkan peternak. Untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan dalam mengelola usaha peternakannya, seorang peternak harus mempunyai kemampuan sebagai berikut:
  1. Peternak harus mendapatkan masukan di pasar input seperti anak ayam, ransum, obat-obatan, dan peralatan peternakan.
  2. Peternak menggunakan sejumlah masukan untuk menghasilkan produk dari usaha peternakan yang dikelolanya, yaitu daging dan telur.
  3. Peternak memasarkan produk di pasaran.
    Dari ketiga kemampuan tersebut ternyata ada keterkaitan antara masukan, proses produksi, dan keluaran (output) yang dapat digambarkan sebagai berikut :
    Input (Masukan) = Proses produski menggunakan masukan=Keluaran (Produk/hasil)
  4. Peternak harus mengefesiensikan pendapatan, menggunakan masukan serta memasarkan produk agar dapat menghasilkan keuntungan.
  5. Peternak harus membuat dan mengambil putusan dengan tepat.
    Peternak sebagai produsen (penghasil) pada kenyataannya sangat tergantung pada dasar masukan (input) karena semua masukan yang digunakan peternak berasal dari luar. Oleh karena itu, dalam menghadapi pasar seseorang peternak selalu dihadapkan kepada berbagai pilihan, yaitu:
    1. masukan (input) apa yang akan digunakan.
    2. perlu-tidaknya masukan (input) dibeli, Hal itu perlu dipertimbangkan karena penggunaan masukan yang tidak atau kurang diperlukan merupakan pemborosan.
    3. bagaimana kualitas masukan yang akan dibeli.
    4. berapa harga masukan.
    5. berapa jumlah masukan yang akan digunakan.
    6. dimana masukan harus dibeli.
    7. dari siapa masukan dibeli, dan 
    8. h.kapan waktu yang tepat untuk membeli; Perlu diperhitungkan perkiraan untung dan ruginya pada waktu yang akan datang.
      Jika mengingat proses produksi peternakan memerlukan waktu yang lama, sulit diperkirakan pencapaian keuntungan pada waktu yang akan datang.
  6. Peternak harus mempunyai pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan menguasai informasi dasar .
  7. Peternak harus mempunyai kemampuan teknis produksi yang memadai. Setelah memilih sejumlah masukan, peternak akan menggunakan masukan tersebut dalam proses produksi. Sebaiknya peternak menggunakan prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran yang sekecil-kecilnya akan mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Dalam melaksanakan proses produksi itu peternak dituntut untuk mempunyai kemampuan teknis produksi yang memadai, yaitu:
    1. Kemampuan perkandangan yang meliputi penentuan lokasi kandang, luas kandang, kapasitas kandang, bentuk, dan jenis kandang, konstruksi kandang, dan sebagainya.
    2. Kemampuan pengelolaan ransum yang meliputi kualitas, kuantitas, dan harga ransum.
    3. Kemampuan pengendalian penyakit yang meliputi penentuan jenis penyakit, pencegahan penyakit pngobatan penyakit, dan obat yang murah dan dosis yang tepat.
  8. Peternak harus mengelola tenaga kerja. Kemampuan itu meliputi, pembimbingan, pengawasan, dan koordinasi tenaga kerja.
  9. Peternak harus meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dengan belajar dari buku, sesama peternak, para ahli, teknisi atau kepada siapa saja yang lebih tahu.
  10. Peternak harus mengatasi resiko yang terjadi. Resiko di bidang peternakan jika ditinjau dari penyebabnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Resiko yang disebabkan oleh sifat produk. Produk peternakan (daging dan telur) mudah rusak sehingga tidak dapat ditunda pemasarannya. Oleh karena itu, dalam mengatasi resiko tersebut peternak dituntut seperti berikut:
      1. Peternak harus mempunyai sikap yang cekatan dan kreatif untuk menghadapi pasar aouput (keluaran). Keterlambatan untuk mencari pasar ouput akan mengakibatkan dua reiko yaitu, resiko tingginya biaya pemeliharaan dan resiko menurunnya harga produksi. Resiko itu akan lebih besar lagi jika ayam yang kn dijual ayam sakit sehingga penundaan dalam memasarkan ayam berarti menurunkan bobot badan dan meningkatkan biaya.
      2. Peternak harus menggali berbagai alternatif (kemungkinan) pasar secara dini.
      3. Peternak harus merencanakan produksi yang disesuaikan dengan kemampuan pasar.
    2. Resiko yang disebabkan oleh perubahan kondisi pasar.
      Resiko itu merupakan resiko yang ppaling besar dan sering dihadpi oleh para peternak. Resiko itu dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
      1. Resiko yang disebabkan oleh adanya perubahan harga.
      2. Resiko yang disebabkan oleh unsur waktu.
      3. Resiko yang disebabkan oleh adanya persaingan pasar.
      4. Resiko yang disebabkan oleh perbedaan tempat.
      5. Resiko yang disebabkan oleh kebijakan Pemerintah, misalnya adanya pajak impor bahan baku, dan adanya penetapan harga dsb.
      6. Resiko yang disebabkan oleh manusia, misalnya macetnya kredit sapronak (Sarana Produksi Ternak)
      7. Resiko yang dsebabkan oleh alam, misalnya gunung meletus, tananh longsor, dan gempa bumi. Untuk mengatasi timbulnya resiko tersebut, peternak dapat menempuh beberapa usaha, yaitu sebagai berikut:
        1. Peternak harus menguasai informasi pasar secara benar untuk mengurangi resiko yang timbul karena perubahan kondisi pasar.
        2. Peternak harus melakukan tindakan bersama yaitu:
        3. Kesepakatan harga
        4. Pembatasan produski, dan
        5. Penggabungan usaha
      8. Peternak harus melakukan kontrak dengan pihak lain. Kontrak pembelian dan penjualan sebenarnya akan lebih menjamin kepastian usaha peternak.
      9. Peternak harus mendapat bantuan pengaturan dari pemerintah. Adanya usaha besar sering menggeser usaha rakyat terutama dalam berebut pasar. Oleh sebab itu, diperlukan bantuan pengaturan dari pemerintah dalam hal pembagian pasar. Mahalnya doc dan pakan ternak unggas menuntut pemerintah melakukan operasi pasar agar menurunkan harga.
      10. Peternak harus mempunyai kemampuan manajemen individual untuk mengatasi resiko yang disebabkan oleh manusia.

MEMILIH DAGING AYAM PERANCANG (BROILER) YANG BERKUALITAS BAIK

Ayam perangsang atau ayam pedaging telah dikenal masyarakat luas di Indonesia mulai dari masyarakat perkotaan sampai masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan bukan hanya mengenal ayam pedaging, melainkan mengusahakan peternakannya, bahkan banyak yang mengkonsumsinya. Dsiamping mudah didapat, bibit ayam pedagingjuga mudah dalam pemeliaraannya. Dan dalam waktu sekitar enam minggu sudah terlihat hasilnya.
Pada saat ini daging ayam itu telah banyak disukai masyarakat, baikk masyarakat kota maupun desa. Rasa daging ayam itu enak dn bergizi tinggi, baik untuk anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua. Berikut ini ciri-ciri daging ayam pedaging yang baik dan berkualitas tinggi:
  1. Warna permukaan kulit daging itu putih kekuning-kuningan.
  2. Dagingna tidak memiliki sobekan dan sayatan serta kulitnya tidak terkelupas
  3. Daging dan bagian bawah kulit tidak memar dan tidak ada bercak-bercak merah atau biru
  4. Dagingnya padat

Daging dikatakan berkualitas jelek jika :
  1. Permukaan daging berwarna merah kebiru-biruan merata dari kepala sampai kebagian siku kaki (lutut)
  2. Dagingnya memiliki sayatan, sobekan, dan kulitnya terkelupas.
  3. Daging dan bagian bawah kulit tidak memar dan tidk ada bercak-bercak merah atau biru.
  4. Dagingnya kurang padat

Google+ Followers

Obat Sipilis Obat Raja Singa Obat Kencing Nanah Obat Gonore Obat Herpes Obat Kutil Kelamin Obat Jengger Ayam Obat Kondiloma Akuminata Obat ketuat kemaluan Obat panu Kadas kudis Obat Gatal dan Eksim Obat Kewanitaan Obat Keputihan Obat Perapet Vagina obat Wasir obat Ambeien obat Ambejoss Obat Kanker Herbal obat kutil kelamin Ciri gejala Sipilis Obat Sipilis Obat Sipilis Herbal Obat sipilis cepat instan cara pesan Obat denature Obat penyakit kelamin nama Obat Sipilis Obat Sipilis gang jie dan gho siah Obat Sipilis tradisional alami Obat Sipilis ampuh dan mujarab cara mengobati kutil kelamin Obat Sipilis raja singa cara mengobati sipilis secara tradisional alami Obat kelamin keluar nanah cara mengobati penyakit sipilis cara mengatasi penyakit sipilis cara mengatasi penyakit sipilis cara menghilangkan penyakit sipilis Obat kencing nanah nama obat penyakit sipilis nama Obat Sipilis di apotik Penyakit kelamin penjelasan dan cara pengobatanya Cara mengobati kutil kelamin Cara menghilangkan kutil di kelamin benjolan gatal keras di kelamin tanda gejala dan ciri sipilis Obat Sipilis di apotik de nature pengertian sifilis dan cara pengobatannya Obat Kencing Nanah Obat Kutil Kelamin cara mengatasi kutil kelamin pada wanita cara mengatasi kutil kelamin pada pria de nature ciri gejala sipilis pada pria-dan wanita Pengertian herpes dan cara pengobatannya Tongkat Vagina Seper Cara menghilangkan keputihan cara mengatasi gatal dan bau di vagina Obat Wasir ambejoss salep salwa salep wasir obat Wasir obat ambeien Wasir ambeien wasir Exsternal obat wasir luar wasir Internal obat wasir dalam wasir atau ambeien obat wasir di apotik obat Wasir ambeien obat wasir tanpa operasi Obat Kanker Obat Kanker Herbal Obat Kanker Payudara Obat Kanker Serviks Obat Kanker tumor Obat Alternatif Kanker Cara Mengobati Penyakit Kanker obat kutil kelamin tumbuh kutil pada kelamin kutil di kelamin penyakit kutil kelamin obat kutil kelamin kutil kelamin pada pria kutil kelamin pada wanita Gejala kutil kelamin penyebab kutil kelamin ciri kutil kelamin gambar kutil kelamin cara mengobati kutil di kelamin cara menyembuhkan kutil di kelamin cara mengatasi kutil di kelamin cara merontokan kutil di kelamin obat anjuran dokter Harga obat sipilis obat sipilis herbal Obat Penyakit Sipilis obat sipilis di apotik Obat Sipilis Obat Penyakit Sipilis Obat Sipilis Mujarab Obat Sipilis Manjur Obat Sipilis Ampuh obat sipilis alami obat sipilis Tradisional Cara Mengobati Penyakit Sipilis secara Alami Cara Mengatasi Penyakit Sipilis dengan obat tradisional Cara Mengobati Penyakit Sipilis secara tradisional alami Cara Menyembuhkan Penyakit Sipilis obat sipilis tradisional Cara Mengobati Sipilis secara tradisional Cara Menyembuhkan Sipilis secara alami tumbuh kutil pada kelamin kutil kelamin kutil pada kelamin penyakit kutil kelamin obat kutil kelamin kutil kelamin pada pria kutil kelamin pada wanita Gejala kutil kelamin penyebab kutil kelamin ciri kutil kelamin gambar kutil kelamin cara mengobati kutil di kelamin cara menyebuhkan kutil di kelamin cara merontokan kutil di kelamin Ambejoss dan Salep Salwa penyakit wasir obat wasir di apotik wasir sembuh tanpa operasi pengobatan pasca operasi ambeien obatwasir.com obat Wasir Ampuh obat Wasir Mujarab salep salwa (salep wasir) pengobatan wasir secara alami harga obat wasir ampuh ambeclear obat wasir luar obat wasir apotik obat Wasir ambeien obat Wasir alami obat Wasir herbal obat Wasir tradisional obat Wasir Manjur obat Wasir paling Ampuh obat Wasir paling Mujarab obat Wasir Anjuran Dokter Harga obat Wasir nama obat obat Wasir ambeien gambar Penyakit Wasir BAB Terasa sakit dan Berdarah Gejala Wasir ambeien penyebab Wasir ambeien ciri ciri ambeien Cara Mengobati Wasir Cara Mengobati Penyakit Wasir Cara Mengatasi Ambeien Cara Mengobati Penyakit Wasir ambeien Cara Mengatasi Penyakit Ambeien Cara Mengatasi Penyakit Wasir ambeien Cara Menyembuhkan Wasir ambeien Cara mengobati Penyakit Wasir Cara Mengatasi Penyakit Wasir cara menghilangkan benjolan wasir cara Membuang benjolan wasir cara mErontokan benjolan wasir